Akibat
Kesepian Bagi Para Pelajar
Ketika
penulis SMA, penulis mempunyai seorang sahabat, sebut saja namanya X. Ia adalah
seorang anak orang kaya, pandai mencari teman, cerdas dan tampan. Sekilas,
tahun pertama SMA, hidupnya sempurna. Tidak saya duga, dua tahun kemudian, X akhirnya
harus berpisah dengan kami karena harus menjalani rehabilitasi karena ia
mengalami ketergantungan terhadap narkoba.
Kisah lain
yang sedikit berbeda datang dari mahasiswi bernama Mawar, nama samaran. Mawar
adalah pribadi yang sexy, manis, pendiam, pemalu, baik hati dan setia. Konon, Mawar
mempunyai seorang pacar. Pada 6 bulan pertama hubungan mereka, semuanya
baik-baik saja. Tetapi satu tahun setelahnya Mawar mengalami tindak kekerasan
berkali-kali. Kepalanya dipukul, lengannya dicengkeram, bahkan Mawar pernah
dilempar pisau dan melukai salah satu bagian tubuhnya. Untungnya Mawar selamat.
Dua-duanya
adalah kisah nyata. Mungkin ada juga dari Anda yang mengalaminya mengingat 1,3
juta pelajar pertahun terlibat narkoba dan ada sekitar ribuan kasus kekerasan antar
pelajar pertahun terjadi di Indonesia. Apa persamaan dari dua kisah di atas? Ada
satu hal yang ingin penulis sampaikan. Kedua kisah tersebut mempunyai satu akar
penyebab yang sama.
Sebelum
mengalami masalah yang rumit, X dan Mawar sama-sama mengalami kesepian. Mengapa
mereka mengalami kesepian? Karena orangtua mereka yang sangat mereka sayangi tidak
peduli terhadap mereka. Kisah ini cukup unik karena menurut mereka, yang
menjadi penyebab mereka jatuh ke dalam penderitaan masa muda adalah: kesepian yang tidak dengan segera mereka
tangani.
Kesepian adalah
suatu perasaan ditinggalkan atau ditolak oleh komunitas terdekat kita. Penulis percaya
setiap dari kita pernah mengalami suatu saat down yang mengakibatkan kesepian. Kesepian mempunyai banyak akibat
ke depannya. Penulis menyarankan, siapapun Anda, hindari kesepian, atasi
kesepian, bagaimanapun caranya, secepatnya. Apalagi jika anda adalah pelajar. Usia-usia
pelajar adalah usia dimana hubungan sosial menjadi situasi yang penting.
Salah satu
akibat dari kesepian adalah melemahnya kedewasaan. Semakin lemah kedewasaan seseorang, semakin rendah tanggung jawab
individu (Ryan dan Deci,2000, h. 4, 13, 60). Rendahnya kedewasaan dan
tanggung jawab bisa memicu depresi, memperlemah antibodi, penyakit-penyakit
psikosomatis seperti maag atau migrain, mempercepat tumbuhnya sel kanker, bahkan
sampai dengan kematian. Oleh sebab itu, apabila komunitas terdekat Anda menolak
jati diri Anda, sebaiknya Anda segera menerima komunitas baru yang bisa mendukung
jati diri Anda. Sahabat Anda menolak Anda? Segera cari sahabat baru. Pacar Anda
menolak Anda? Segera cari pacar baru yang lebih baik. Orangtua Anda menolak
Anda? Anda perlu mencari relasi yang menggantikan relasi “orangtua-anak”
tersebut dengan pribadi baru yang mensupport Anda secepatnya, atau kalau tidak,
Anda mengalami kesepian akut.
Masalahnya,
penelitian penulis baru-baru ini menyatakan apabila para pelajar yang kesepian
cenderung lebih suka mengurung diri dan meratapi kesepiannya daripada berusaha
menemukan lingkungan yang mendukung perkembangan kedewasaannya. “Aku memang
bodoh”, “Aku memang jelek”, “Aku memang jahat”, “Aku memang berdosa”, dan
konsep-konsep diri negatif tersebut tidak akan berubah apabila para pelajar
yang kesepian tidak segera mencari komunitas yang menerima siapa dia dengan
kelebihan-kekurangan yang dia punyai.
Jika pun
pelajar tersebut mencari komunitas untuk mengatasi kesepiannya, mereka yang
mengalami kesepian akan cenderung bergabung dengan komunitas yang menerima konsep
diri negatifnya saja. Akibatnya, konsep negatif tersebut sulit berubah. Jadi,
pelajar yang telah memberi konsep “bodoh” pada dirinya akan menjadi tidak
nyaman bergaul dengan komunitas “pintar”. Pelajar yang memberi konsep “nakal”
pada dirinya akan sulit bergaul dengan komunitas yang “murah hati”. Singkatnya,
pelajar yang merasa dirinya “bodoh” akan mencari pergaulan komunitas “bodoh”,
anak-anak “nakal akan bergabung membentuk komunitas “nakal”, sehingga konsep
diri negatif tersebut akan tetap melekat dan semakin kuat dalam dirinya. Sekarang
anda bisa bayangkan apabila seorang pelajar mempunyai konsep diri “jahat, jenius,
pemarah” mengalami kesepian karena dia mengalami penolakan oleh teman-temannya
dan menerima pengacuhan dari orangtua yang terlalu sibuk dengan keegoisan
mereka dan akhirnya cerai. Apa yang akan ia lakukan? Bisa jadi kasus-kasus
psikopat baru akan lahir (lih. kasus Thomas, http://www.sott.net/article/178476).
Kesimpulannya adalah, semua orang, apalagi pelajar,
perlu mengatasi kesepiannya dengan cara mencari mikrosistem baru yang
mensupport dirinya sebagaimana dia apa adanya. “Solidaritas” merupakan kata
kunci yang tepat. Bagaimana anda sudah pasti tahu menemukan sahabat-sahabat
yang tepat? Anda bisa yakin menemukan komunitas yang tepat bagi Anda, apabila
anda yang tadinya merasa “jelek” atau “jahat”, atau “gendut” atau “bodoh” atau
apapun konsep negatif yang anda yakini, menjadi pudar setelah bergabung dalam
komunitas tersebut. Anda menjadi merasa lebih percaya diri dengan anda apa
adanya meski secara fisik, anda adalah orang yang sama. Pastikan bahwa
komunitas Anda membuat anda memiliki kekuatan kontekstual
(*kekuatan yang berasal dari dukungan komunitas) yang
mendukung hidup anda memiliki masa depan yang lebih baik. Atau kalau tidak, sahabat Anda
adalah kesepian.
Great Luck 4 ur life!
Salam “Solidaritas”
Mr. G
Founder of “Primagama English Kertanegara”
Jl. Kertanegara iv no 10 Semarang (7 menit dari Simpang
Lima)
Email = gregdaru@gmail.com

Bagaimana cara mengatasi kesepian scr mandiri? Kan tdk semua org bs dg cepat mcr komunitas baru
BalasHapusBagaimana cara mengatasi kesepian scr mandiri? Kan tdk semua org bs dg cepat mcr komunitas baru
BalasHapusAndre, kesepian tidak pernah bisa diatasi secara mandiri....harus diatasi bersama-sama...
HapusTidak semua orang dapat mencari komunitas baru?....
hmmmm.....ga setuju....lebih tepatnya tidak semua orang....sungguh2 Mau mencari komunitas baru....zaman sekarang orang lebih mudah mengalihkan kesepian dengan bermain gadget... jangka pendek itu membantu sih.....jangka panjang....gadget beresiko memperdalam kesepian...
Makanya Bro....carilah sahabat sehati segera:-)