my plane

Kamis, 02 Juli 2015



Akibat Kesepian Bagi Para Pelajar

Ketika penulis SMA, penulis mempunyai seorang sahabat, sebut saja namanya X. Ia adalah seorang anak orang kaya, pandai mencari teman, cerdas dan tampan. Sekilas, tahun pertama SMA, hidupnya sempurna. Tidak saya duga, dua tahun kemudian, X akhirnya harus berpisah dengan kami karena harus menjalani rehabilitasi karena ia mengalami ketergantungan terhadap narkoba.
            Kisah lain yang sedikit berbeda datang dari mahasiswi bernama Mawar, nama samaran. Mawar adalah pribadi yang sexy, manis, pendiam, pemalu, baik hati dan setia. Konon, Mawar mempunyai seorang pacar. Pada 6 bulan pertama hubungan mereka, semuanya baik-baik saja. Tetapi satu tahun setelahnya Mawar mengalami tindak kekerasan berkali-kali. Kepalanya dipukul, lengannya dicengkeram, bahkan Mawar pernah dilempar pisau dan melukai salah satu bagian tubuhnya. Untungnya Mawar selamat.
Dua-duanya adalah kisah nyata. Mungkin ada juga dari Anda yang mengalaminya mengingat 1,3 juta pelajar pertahun terlibat narkoba dan ada sekitar ribuan kasus kekerasan antar pelajar pertahun terjadi di Indonesia. Apa persamaan dari dua kisah di atas? Ada satu hal yang ingin penulis sampaikan. Kedua kisah tersebut mempunyai satu akar penyebab yang sama.
Sebelum mengalami masalah yang rumit, X dan Mawar sama-sama mengalami kesepian. Mengapa mereka mengalami kesepian? Karena orangtua mereka yang sangat mereka sayangi tidak peduli terhadap mereka. Kisah ini cukup unik karena menurut mereka, yang menjadi penyebab mereka jatuh ke dalam penderitaan masa muda adalah: kesepian yang tidak dengan segera mereka tangani.   
Kesepian adalah suatu perasaan ditinggalkan atau ditolak oleh komunitas terdekat kita. Penulis percaya setiap dari kita pernah mengalami suatu saat down yang mengakibatkan kesepian. Kesepian mempunyai banyak akibat ke depannya. Penulis menyarankan, siapapun Anda, hindari kesepian, atasi kesepian, bagaimanapun caranya, secepatnya. Apalagi jika anda adalah pelajar. Usia-usia pelajar adalah usia dimana hubungan sosial menjadi situasi yang penting.
Salah satu akibat dari kesepian adalah melemahnya kedewasaan. Semakin lemah kedewasaan seseorang, semakin rendah tanggung jawab individu (Ryan dan Deci,2000, h. 4, 13, 60). Rendahnya kedewasaan dan tanggung jawab bisa memicu depresi, memperlemah antibodi, penyakit-penyakit psikosomatis seperti maag atau migrain, mempercepat tumbuhnya sel kanker, bahkan sampai dengan kematian. Oleh sebab itu, apabila komunitas terdekat Anda menolak jati diri Anda, sebaiknya Anda segera menerima komunitas baru yang bisa mendukung jati diri Anda. Sahabat Anda menolak Anda? Segera cari sahabat baru. Pacar Anda menolak Anda? Segera cari pacar baru yang lebih baik. Orangtua Anda menolak Anda? Anda perlu mencari relasi yang menggantikan relasi “orangtua-anak” tersebut dengan pribadi baru yang mensupport Anda secepatnya, atau kalau tidak, Anda mengalami kesepian akut.  
Masalahnya, penelitian penulis baru-baru ini menyatakan apabila para pelajar yang kesepian cenderung lebih suka mengurung diri dan meratapi kesepiannya daripada berusaha menemukan lingkungan yang mendukung perkembangan kedewasaannya. “Aku memang bodoh”, “Aku memang jelek”, “Aku memang jahat”, “Aku memang berdosa”, dan konsep-konsep diri negatif tersebut tidak akan berubah apabila para pelajar yang kesepian tidak segera mencari komunitas yang menerima siapa dia dengan kelebihan-kekurangan yang dia punyai.
Jika pun pelajar tersebut mencari komunitas untuk mengatasi kesepiannya, mereka yang mengalami kesepian akan cenderung bergabung dengan komunitas yang menerima konsep diri negatifnya saja. Akibatnya, konsep negatif tersebut sulit berubah. Jadi, pelajar yang telah memberi konsep “bodoh” pada dirinya akan menjadi tidak nyaman bergaul dengan komunitas “pintar”. Pelajar yang memberi konsep “nakal” pada dirinya akan sulit bergaul dengan komunitas yang “murah hati”. Singkatnya, pelajar yang merasa dirinya “bodoh” akan mencari pergaulan komunitas “bodoh”, anak-anak “nakal akan bergabung membentuk komunitas “nakal”, sehingga konsep diri negatif tersebut akan tetap melekat dan semakin kuat dalam dirinya. Sekarang anda bisa bayangkan apabila seorang pelajar mempunyai konsep diri “jahat, jenius, pemarah” mengalami kesepian karena dia mengalami penolakan oleh teman-temannya dan menerima pengacuhan dari orangtua yang terlalu sibuk dengan keegoisan mereka dan akhirnya cerai. Apa yang akan ia lakukan? Bisa jadi kasus-kasus psikopat baru akan lahir (lih. kasus Thomas, http://www.sott.net/article/178476).    
Kesimpulannya adalah, semua orang, apalagi pelajar, perlu mengatasi kesepiannya dengan cara mencari mikrosistem baru yang mensupport dirinya sebagaimana dia apa adanya. “Solidaritas” merupakan kata kunci yang tepat. Bagaimana anda sudah pasti tahu menemukan sahabat-sahabat yang tepat? Anda bisa yakin menemukan komunitas yang tepat bagi Anda, apabila anda yang tadinya merasa “jelek” atau “jahat”, atau “gendut” atau “bodoh” atau apapun konsep negatif yang anda yakini, menjadi pudar setelah bergabung dalam komunitas tersebut. Anda menjadi merasa lebih percaya diri dengan anda apa adanya meski secara fisik, anda adalah orang yang sama. Pastikan bahwa komunitas Anda membuat anda memiliki kekuatan kontekstual (*kekuatan yang berasal dari dukungan komunitas) yang mendukung hidup anda memiliki masa depan yang lebih baik. Atau kalau tidak, sahabat Anda adalah kesepian.

Great Luck 4 ur life!


Salam “Solidaritas”
Mr. G
Founder of “Primagama English Kertanegara”
Jl. Kertanegara iv no 10 Semarang (7 menit dari Simpang Lima)
Email = gregdaru@gmail.com


3 komentar:

  1. Bagaimana cara mengatasi kesepian scr mandiri? Kan tdk semua org bs dg cepat mcr komunitas baru

    BalasHapus
  2. Bagaimana cara mengatasi kesepian scr mandiri? Kan tdk semua org bs dg cepat mcr komunitas baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andre, kesepian tidak pernah bisa diatasi secara mandiri....harus diatasi bersama-sama...
      Tidak semua orang dapat mencari komunitas baru?....
      hmmmm.....ga setuju....lebih tepatnya tidak semua orang....sungguh2 Mau mencari komunitas baru....zaman sekarang orang lebih mudah mengalihkan kesepian dengan bermain gadget... jangka pendek itu membantu sih.....jangka panjang....gadget beresiko memperdalam kesepian...

      Makanya Bro....carilah sahabat sehati segera:-)

      Hapus